Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label personal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Desember 2012

Reorganizing

So after through some thoughts and realization, i realize that i should write this blog in English, so everyone no matter where, who or what they are, they can read my blog ( it sounds like i said my blog is somewhat popular, which is not), i just want this blog to be international, i guess? 

Still sounds icky,anyway there's a lot of thing going that going through my mind, and this week is mostly about exam, well because it's the exam week.

But the thing that i really thinking about is how to make this blog to be so specific about one thing, not  just about my life, but my life from only one perspective, which is now i would like to consider this blog to be full of pictures, simple yet still about my life.

Maybe it sounds like i already took much time to just reorganize this blog every single time, but this time maybe i'll stick to this concept, maybe :)

a short trip with PoPs!

Rabu, 07 November 2012

Highlights 10

Maaf super telat untuk membuat post baru. Hal ini terjadi karena saya terlalu sibuk UTS serta hal-hal lain dalam hidup saya, tapi kebanyakan berkutat dengan UTS ( Anniversary 3 tahun saja tidak saya tulis didalam sini dikarenakan tanggal tersebut mendekati UTS, sekian dan terimakasih)

Anyway, saya bakal merangkum Oktober, karena menurut saya bulan tersebut memiliki banyak ups and downsnya namun saya hanya ( dan mungkin memang hanya ingin mengingat) bagian ups saja karena menurut saya itulah highlight dalam bulan kemarin.

1) Pada bulan Oktober saya mengikuti Piastro, dimana saya bertemu banyak teman baru dari bagian Indonesia yang lain, serta saya memiliki partner (re: Natasya) dimana kami pada saat Piastro diadakan, kami sering bergunjing serta sharing pandangan hidup tentang banyak hal. Dan saya juga ditemani partner-partner Humas yang cantik-cantik dibawah ini :*



2)  Lebih tepatnya ini highlight sesungguhnya dalam hidup saya sih, menonton konser band yang saya janji pada diri saya sendiri bahwa sebelum saya mati, saya harus menonton konser mereka terlebih dahulu, dan pada tanggal 13 Oktober saya menonton mereka, dan.......worth it :') benar-benar seworth it itu, saya mungkin kalau harus menjelaskan lagi....rasanya akan penuh dengan rasa rindu saya dengan konser itu lagi


3) Nomor tiga, untuk tiga tahun. Terlalu lama untuk dilepas, terlalu lama untuk tidak saling mengenal, tetapi cukup waktu untuk merasa nyaman, cukup waktu untuk mengerti rasa sayang dalam tahap yang berbeda. Tiga tahun, jujur saya bilang lama, lama untuk waktu saling sayang, lama untuk saling melempar caci maki, dan lama juga untuk mengetahui yang dibutuhkan. Dan sampai saat ini yang saya butuhkan hanya rasa bahagia, dan saya rasa sampai detik ini bahagia muncul setiap kali bertemu cowo narsistik ini (lain halnya jika lelaki ini sedang sibuk)



4) Tahu rasanya karyawisata? Mungkin saya sudah terlalu tua untuk rasa tersebut, tetapi pada bulan Oktober tersebut saya merasakan betapa senangnya karyawisata lagi, meski hanya sebentar. Bersama teman sekelas, memakai baju seragam untuk menandakan kalian satu rombongan, dan snack yang berlimpah. Andai dulu saya benar-benar menikmati masa kecil saya pergi keseluruh tempat karyawisata yang saya mau (benar-benar penyesalan, setidaknya saya merasakan excitement yang sama pada hari tersebut)


Oktober merupakan bulan yang baik, tetapi yang saya bilang, saya hanya mengingat ups nya saja. Setidaknya bulan ini memiliki banyak highlight dalam hidup saya :)

Rabu, 05 September 2012

Mulai dari Nol

Kata-kata ini beberapa hari yang lalu sering saya lontarkan kepada pacar saya;

"Kalau misalkan kamu balik ke kampus, kuliah gitu-gitu pasti kamu sibuk lagi? Ga kayak pas lagi liburan. Mulai lagi deh dari nol"

Begitulah kira-kira pernyataan saya pada pacar saya, karena benar kenyataan setiap kami berdua kuliah, kami sama-sama sibuk dan sulit rasanya untuk bertemu meski jarak antara kos-kosan dia dan rumah saya hanya berbeda 1 jam. 

Pernyataan saya sebenarnya tak hanya bisa ditujukan kepada suatu hubungan, tetapi juga pada sesuatu atau apapun yang berjalan, dalam suatu progress. 


Namun sebenarnya pernyataan saya adalah pernyataan yang salah, bagaimana mungkin suatu hal bisa dari nol jika kita pernah menjalaninya atau setidaknya pernah bersinggungan?

Manusia selalu punya memori, bahkan seperti yang sering kita dengar bahwa nantinya jika hubungan kita berakhir; dengan pacar, teman, keluarga, atau siapapun kita tidak lagi mulai dari nol, meskipun kelihatannya hubungan tersebut sudah berakhir, tetapi kita selalu memiliki angka satu terhadap hubungan kita dengan orang tersebut maupun pandangan kita terhadap orang tersebut, angka satu itu adalah memori.

Ada beberapa orang dihidup saya yang sudah lama lagi tak berbicara dengan saya, entah karena memang sudah tidak lama bertemu, tidak kecocokan atau memang bagaimanapun saya berusaha untuk kembali memiliki hubungan yang sama dengan orang tersebut pasti sudah tidak bisa karena saya sudah berbeda halaman dengan mereka, namun bagaimanapun saya tidak berbincang sama sekali dengan mereka ada kalanya pasti saya akan berkata;

"iya dulu kan gue sama si itu..."

Tidak akan ada lagi ada kata-kata;

"siapa dia? gue ga kenal"

Pernyataan saya pada saat itu salah, "mulai dari nol" lebih tepatnya tidak memiliki progress atau tidak memiliki kemajuan yang positif. Setiap orang hanya bisa berusaha untuk tidak kembali ke titik nol, yang pada nyatanya harusnya mereka takut pada titik satu, dimana satu angka didepan nol namun tidak memiliki kemajuan yang signifikan.

Lalu saya sadar akan adanya angka satu tersebut dan saya merasa mungkin untuk saat ini yang saya lakukan adalah melakukan hal sebaik mungkin, bagaimanapun hal tersebut karena jika pada nantinya saya bertemu dengan titik satu setidaknya saya tidak menyesali suatu perbuatan maupun hal yang belum saya usahakan.




teman saya tadi siang menyatakan hal ini;

"gue masih inget banget wawancara azka buat psaf, cita-cita keren banget, mau jadi novelist, ga mainstream. Lo masih bercita-cita itu kan?"

Setelah saya mendengar hal ini saya lalu tersentak, saya masih bercita-cita hal itu, tapi jika saya bercita-cita tanpa melakukan tindakan apapun lalu untuk apa saya berbangga ria ingin bercita-cita menjadi novelist?

Saya tidak ingin mulai dari angka satu, dimana saya berharap berusaha lebih baik dalam meraih cita-cita saya, saya ingin berada pada angka 200 dimana saya bisa berkata,

" gue udah jadi novelist"

Kamis, 02 Agustus 2012

Relationship

Untuk orang Amerika yang tersasar kesini mungkin karena label saya memakai bahasa Inggris, maaf ya, blog ini dibuat oleh orang Indonesia dan tidak ditulis dalam bahasa Inggris.

Anyway,
Saya baru saja menonton beberapa episode dari serial drama korea "I Need Romance 2012", saya menonton drama ini bukan karena pemain dari drama tersebut halyu star atau saya tertarik oleh karakternya, hal ini dikarenakan saya sudah pernah menonton "I Need Romance" pertama dan saya tertarik untuk menonton "I Need Romance 2012".
i need romance serial pertama

i need romance 2012

Overall, kedua drama ini menceritakan tentang 3 sahabat wanita yang memiliki jalan cerita masing-masing, dimana pemeran A sedang menjalani long term relationship, pemeran B tidak peduli dengan adultery, dan pemeran C memiliki pasangan yang tidak puas akan pemeran C tersebut. 

Perbedaannya hanya pemeran dari kedua drama tersebut serta alur ceritanya, meski inti dari kedua cerita tersebut tetap sama.

Yang membuat saya ingin menulis post blog ini adalah kehidupan mengenai pemeran A, yaitu long term relationship yang pada akhirnya dia mencoba untuk menjalani relationship baru dengan lelaki lain. Mengapa? Karena dalam kedua drama ini long term relationship digambarkan sebagai jenis hubungan yang menyenangkan tetapi biasa saja, sedangkan hubungan pemeran A dan lelaki baru dikisahkan sebagai hubungan yang paling romantis dibanding dengan pasangan long term relationshipnya.

Sebenarnya hal tersebut merupakan benar karena saya sendiri juga sedang menjalani long term relationship, bukannya tidak baik menjalaninya namun memang tidak semanis hubungan yang baru saja dijalani, karena dalam hubungan long term, pasangan tersebut sudah tahu baik dan buruk satu sama lain, terkadang hal tersebut baik karena kita mengetahui siapa sebenarnya orang yang kita jadikan pasangan, meski rasa ingin tahu tidak lagi ada.

Sedangkan untuk hubungan yang baru, mereka berusaha untuk terlihat baik, terlihat manis sehingga hubungan tersebut terasa sangat manis bagi orang yang menjadi pihak luar, meski begitu dikarenakan hubungan tersebut belum lama terjadi kita belum benar-benar tahu betul apa kemauan pasangan kita atau cara menghandle pasangan jika sedang marah atau sedang diam.

Lebih tepatnya manis untuk hubungan yang baru dapat dirasakan oleh pasangannya dan orang sekitar, namun bagi orang-orang yang menjalani long term relationship terkadang yang mengetahui manisnya hubungan tersebut hanya pasangan itu saja. Sehingga terkadang long term relationship terkesan biasa saja atau tidak manis, padahal long term juga ada saja yang memiliki tingkat kemanisan yang sama terhadap hubungan yang baru namun yang mengetahui hal tersebut hanya pasangan tersebut saja.

Singkat cerita saya hanya baru sadar bahwa jangan membandingkan pasangan yang baru saja memiliki status serta pasangan yang sudah lama memiliki status, karena itu adalah dua hal yang berbeda, dan kedua drama tersebut merupakan drama yang menarik meski untuk 15+ keatas :)

Sabtu, 28 Juli 2012

Nyaman

Saya pernah menuliskan mengenai perasaan ini, perasaan nyaman, namun entah mengapa saya sengaja menghapus post blog tersebut, mungkin dikarenakan pada saat tersebut saya masih trauma untuk menulis blog sehingga saya masih benar-benar menyaring perkataan yang saya tulis diblog saya pada saat itu.

Apa arti dari rasa nyaman? Menurut saya rasa nyaman merupakan perasaan yang ditimbulkan oleh sebuah sofa favorit anda sehingga anda merasa selalu ingin berada di sofa tersebut selama yang anda bisa tanpa merasa bosan, dengan perasaan nyaman kadang juga muncul perasaan aman. Dan saya baru saja sadar bahwa memang ada kata aman didalam kata nyaman :)

Kenapa saya membahas perasaan tersebut? Saya pernah membaca bahwa tulisan yang paling terlihat nyata merupakan tulisan mengenai perasaan penulis tersebut, dan dalam kasus saya kali ini; saya sedang merasa nyaman.

Kamar saya merupakan tempat yang menurut saya paling aman untuk diri saya pribadi, namun kadang kamar saya tidak selalu menjadi hal yang nyaman. Mengapa? hal ini dikarenakan ketidakrapihan kamar saya maupun suhu AC saya yang terlalu dingin atau terlalu panas. Tetapi menurut saya, kamar saya aman dikarenakan saya bisa melakukan apapun didalam kamar saya; menari, menyanyi, berguling, tertawa, dan hal apapun bisa saya lakukan disini. Sedangkan ketika saya membayangkan perasaan nyaman yang bisa dikaitkan oleh sebuah subjek, saya malah mengingat kamar orang lain, lebih tepatnya kamar nenek dari teman saya. Kamar tersebut terlihat seperti tipikal kamar pada apartemen, dan yang membuat saya nyaman pada kamar tersebut merupakan kasurnya yang besar dan empuk, dan seketika saya bisa nyatakan bahwa sayapun bisa merasa aman dalam kamar tersebut, meskipun kamar tersebut bukan kamar saya sendiri.

Perasaan nyaman juga tidak hanya bisa diasosiasikan terhadap benda tetapi juga manusia; dan saya memiliki beberapa orang yang bisa membuat saya nyaman :) 

Mengapa mereka? Karena mereka menerima saya apa adanya antara tidak peduli atau pasrah , saya bisa menjadi diri saya sendiri ketika bersama mereka, serta menjadi tempat dimana saya tahu saya bisa berlindung.

Mungkin mudah untuk ditebak siapa saja yang orang-orang yang membuat saya nyaman; pacar saya, keluarga besar saya, dan beberapa teman saya.



Terkesan mudah untuk menyatakan keluarga, teman, dan pacar untuk menjadi orang-orang yang membuat saya nyaman, tapi mungkin untuk beberapa orang hal tersebut tidak mudah. Bagaimana dengan orang-orang yang tidak rukun dengan orangtuanya, atau yang selalu merasa takut bahwa temannya akan membicarakan dirinya dari belakang, ataupun tidak bisa merasa nyaman dengan pacarnya sendiri dikarenakan ia tidak bisa mempercayai pacarnya?



Jujur saya sangat bersyukur memiliki orang-orang tersebut; yang bisa membuat saya nyaman tanpa terkecuali, memang tak mungkin saya mengalami hari yang selalu bahagia dengan orang-orang tersebut, namun pada hari saya pasti selalu tahu bahwa mereka akan selalu ada untuk saya :)


oh ya, Ayah happy birthday :) i love you (mungkin aku ga bakal bisa ngomong gini ke ayah soalnya malu :s) wish you a really good day, healthy as always and thank you for always taking care of me, mom and Rifqi. and mostly thank you for always put our happiness first :) happy birthday dad




Senin, 16 Juli 2012

Perubahan

Berubah.
Jujur satu kata ini adalah kata yang cukup menakutkan untuk saya. Kenapa harus ada perubahan jika sesuatu sudah baik seperti ini saja? Kenapa harus terjadi perubahan?

Tanpa disadari, lambat atau cepat pasti akan terjadi perubahan. Bahkan tak hanya sifat seseorang berubah, lingkungan, perasaan, cara pandang seseorang, semua bisa berubah.

Saya sering memaksa atau merasa beberapa sifat saya tidak berubah, bukannya tidak ingin dewasa, tapi saya senang dengan sifat saya saat ini, walaupun banyak orang benci dengan sifat saya sekarang ini namun asal saya nyaman dengan sifat saya saat ini, saya tidak peduli pandangan orang lain.

Sering kali saya berpikir, mungkin saya bukan tidak suka dengan perubahan, tapi saya takut dengan dampak yang dibawa oleh perubahan tersebut. Contohnya perubahan dari orang-orang yang membaca majalah dan novel yang sekarang lebih menyukai membaca dari ipad ataupun laptop mereka (ebook). Itu menurut saya menakutkan, karena saya suka masuk kedalam toko buku, dan lenyap sampai satu jam hanya untuk melihat-lihat buku serta terkagum atas banyaknya buku dan cerita yang ada dalam buku; Tapi kalau ebook sekarang lebih banyak diminati, bagaimana dengan toko buku? Bagaimana dengan pekerja yang dari dulu hidup dari menjual buku? Memikirkannya saja saya sudah merasa miris, karena kenyataannya memang sudah banyak toko buku yang tutup akibat hal ini. Namun setelah saya pikir-pikir memang begini nyatanya, manusia selalu butuh sesuatu yang baru, yang membuat dia merasa unggul, seperti sifat alamiah mereka saat masih menjadi makhluk primitif ( Berusaha unggul dari semua binatang).

Namun jika dilihat, tidak selalu perubahan mengarah ke hal yang buruk, semua arah perubahan tergantung bagaimana cara kita mengontrol perubahan tersebut dan mengetahui tujuan kita untuk berubah. Contoh perubahan yang baik? mengurangi pemakaian plastik dengan pemakaian tas kanvas.

Perubahan dalam diri saya hanya sedikit, yaitu potongan rambut serta cara pandang saya, meski sepertinya saya juga masih harus memperluas cara pandang saya dengan lebih baik.


Sedikit demi sedikit saya mulai menerima perubahan yang ada dalam hidup saya, apapun itu :)

Sabtu, 14 Juli 2012

Nostalgia


I love you more than words. And I am a big fan of words.
— Joe Dunthorne, Submarine
sepertinya setelah nulis ini, saya akan mulai meruntuhkan dinding perlindungan saya, atau lebih tepatnya orang-orang di internet yang tahu mengenai blog saya atau kepo dengan diri saya akan tahu banyak hal tentang saya , atau lebih tepatnya tahu mengenai saya dan cinta :)

Daripada perasaan yang sedang meluap-luap dipendam, lebih baik dikeluarkan bukan? Ada beberapa orang mengeluarkan lewat musik, gambar, sedangkan saya melalui kata. Bukan verbal, karena saya lebih mampu mengungkapkan perasaan saya lewat tulisan dibanding ucapan.

Kenapa tiba-tiba saya ingin menuliskan perasaan saya mengenai cinta? Well, sebenarnya itu hal paling simple, karena saya sedang mengalami masa bunga-bunga serta kupu-kupu meski hubungan saya dan pacar saya sudah lebih dari 2,5 tahun. Dan serta hari ini sebuah lagu terdengar di radio, pacar saya hafal lyric lagunya dan saya merasa seakan zaldy 2.5 tahun yang lalu sedang menyanyikan hal ini, atau mungkin 3 tahun? wow sudah lama sekali.

Lalu mengapa juga saya tiba-tiba ingin menuliskan ini dalam blog padahal saya pernah bilang betapa takutnya saya membuka diri saya sendiri dalam blog? Karena pada intinya saya tulis dalam blog atau tidak, saya masih ingat perasaan saya pada nantinya saya membaca post ini, nantinya saya putus, atau terus pacaran dengan pacar saya sekarang, tidak ada yang tahu. Yang saya tahu, saya benar-benar berusaha untuk membenahi diri saya, dengan menuliskan ini sekarang, jika nantinya saya putus mungkin post ini akan saya save dibagian draft atau di word sebagai kenangan, jika saya sedang bertengkar dengan pacar saya, saya akan menyadari betapa saya pada saat menulis post ini sedang mengalami rasa jatuh cinta lagi.

astaga, disini saya dan zaldy terlihat sangat muda, hitam, dan kurus.

Saya sebenarnya kurang tahu harus memulai darimana. Mungkin bisa dimulai dari bagaimana saya akhirnya memilih untuk menjalani hubungan pacaran pada tanggal 19 Oktober 2009.

Saya bukan wanita single, proudly to say, saya waktu itu pacar orang lain haha, tetapi zaldy pada saat itu memberikan rasa nyaman, rasa peduli, dan rasa sayang yang pacar saya pada saat itu tidak berikan. Long story short, saya putus dan tidak sampai satu bulan saya menjalani hubungan dengan zaldy. Terkesan terburu-buru? Terkesan terlalu mudah melupakan pacar saya yang dulu? Terlalu egois? Terlalu selingkuh? Zaldy bukan pelampiasan? Jujur, saya juga shock saat saya menyadari saya belum sebulan putus dengan mantan saya yang dulu, tetapi entah mengapa hal itu terasa benar.

Meski terasa benar, setelah kami memutuskan untuk menjadi pacar, kami baru sadar kekurangan masing-masing, kelebihan masing-masing, serta harapan masing-masing. Kami berdua bukan orang yang paling sabar maupun tidak keras kepala; Kami keras kepala, kami mudah marah, dan kami tidak ada yang mau kalah. Namun untuk saat ini kami sudah mulai memahami maupun mengerti cara meredam amarah satu sama lain.
look! still skinny and black

Perjalan menuju satu tahun merupakan yang terberat menurut saya, mungkin kami terlalu cepat untuk menjadi pacar sehingga kami tidak tahu banyak mengenai personality satu sama lain, hal itu menyebabkan banyaknya emosi, romansa, air mata, dan amarah. Tetapi rasa sayang dan romansa paling terasa pada tahun ini, meski kami juga sering kali marah satu sama lain.


fatter :)
Menuju tahun kedua adalah roller coaster, ada periode-periode tertentu dimana kami berdua sangat senang, namun ada saatnya kami merasa sudah cukup satu sama lain. Karena menuju tahun kedua merupakan tahun perubahan; kami lulus dari SMA, bsd-depok, jarang bertemu, rasa cemas saat kuliah tiba dan hal lainnya.



see? getting fatter and fatter

Untuk tahun ini, menuju tahun ketiga, semua terkesan lebih dewasa rasanya, kami lebih banyak memahami, kami lebih banyak kompromi, banyak meluangkan waktu sendiri, dan rasanya romansa sudah jarang ada didalam sehari-hari kami, tapi lucunya adalah meski kejutan, obrolan manis, dan hal-hal lainnya yang kekasih sering lakukan sudah kami jarang lakukan, namun saya masih merasa rasa sayang yang sama sejak dahulu, sejak tanggal 19 Oktober 2009. Meski ia tidak mengucap kata cinta atau hal lainnya, saya mengerti dari perilakunya, meski kadang masih membuat saya bingung sebenarnya zaldy serius, bercanda atau hanya memang sudah dari sifatnya pacar saya menyebalkan :p meski tingkat kegilaan kami masih sama, namun pada saat ini, kami sudah mengetahui watak satu sama lain, jadi tidak ada lagi kejutan jika saya melakukan A atau zaldy melakukan B dan lainnya.

Sebenarnya inti dari saya menulis ini bukan untuk menceritakan masa lalu, atau hal lainnya, ini lebih kepada : 
"banyak hal yang saya pendam mengenai rasa sayang saya terhadap pacar saya, namun saya terlalu malu untuk mengungkapkannya ke pacar saya, dan lebih baik saya ungkapkan disini sebelum saya meledak"

Zaldy itu seperti sesuatu yang lengkap, ia layaknya kakak atau adik perempuan saya, kakak atau adik laki-laki saya, sahabat/bro saya, guru, serta seorang pacar. Dan ia benar-benar mengerti saya.

Hal ini juga sebenarnya untuk mengubah semua pandangan orang terhadap saya dan pacar saya, karena setiap kali orang bertanya:

"zka, lo sama pacar lo kayak gimana sih pacarannya?"

"ah dia mah kayak bro gue, sobi abis"

Kali ini saya akan merevisi jawaban saya:

"zka, lo sama pacar lo gimana sih?"

"kayak pacar biasa, cuma yang kita udah lebih lama jadi terasa kayak sahabat, meski kita berdua tahu tanpa harus ngomong, kita saling sayang."


falafelylizard


Sabtu, 07 Juli 2012

Kesiapan

Well, sebetulnya sekarang saya sudah mulai liburan...atau lebih tepatnya sudah dari bulan Juni, jadi saya harap saya bisa mengupdate blog saya sesering yang saya bisa.
Tahukah bahwa ide bisa muncul kapan saja? Dan itu benar-benar terjadi pada saya, sering kali ide-ide brilian saya muncul disaat atau ditempat yang tidak diduga, contoh: Ketika saya sedang mandi tiba-tiba terpikir suatu persoalan mengenai hal-hal yang dapat ditulis diblog maupun baik untuk dijadikan draft tulisan saya (Ya saya sering kali menulis dalam wujud word dalam beberapa lembar, tetapi ditengah tulisan tersebut entah saya kehilangan ide, kehilangan passion, atau ya saya benar-benar tidak tahu lagi mau melanjutkan apa). Setiap kali saya mendapatkan ide yang menurut saya baik untuk ditulis dan saya sedang tidak dekat dengan laptop, maupun kertas saya selalu berpikir "Harusnya gue bawa notes tiap hari!" dan berakhir pada pemikiran bahwa "Yaudahlah ntar gw inget-inget aja paling ntar sampe rumah inget lagi" Guess what? blank total dan super lupa.

Dan kalo dilihat, itu namanya hidup, selalu butuh persiapan tapi pasti selalu ada kejutan yang membuat kita off guard dan gatau sama sekali harus ngapain.

Orang selalu bilang, kita harus siap untuk segala hal, baik maupun buruk. Jujur hal itu mudah banget buat diucap maupun dinyatakan tapi untuk dilaksanakan, susah. Coba, dilihat dari sisi yang berbeda dan menyinggung hal yang baru aja dialami anak SMA, mereka selalu dibilang untuk jangan tinggi-tinggi untuk berekspektasi, jangan kepedean bahwa mereka keterima di universitas yang mereka mau. 

Mungkin entah saya yang dulu aneh atau apa tapi, saya memang ditengah-tengah antara ragu bisa diterima dan ditolak pada saat saya duduk dibangku SMA ( tidak bermaksud untuk terkesan tua), tapi ketika saya bilang kepada orang lain, "ya paling ga keterima, orang soalnya susah banget" dan emang ga keterima, somehow masih ada rasa sedih dan rasa menyesal yang ada pada saat itu, meski orang lain ga liat atau memang pada saat itu saya sengaja menekan agar wujud perasaan yang saya rasakan pada saat itu tidak saya ekspresikan.

Karena deep down, masih ada harapan dan ya, bagaimana bisa anda bisa menyatakan bahwa suatu hal yang anda cita-citakan hanya ditentukan oleh secarik kertas dalam satu hari dan secarik kertas itu bisa menentukan apapun yang anda miliki kedepannya dan anda akan biasa-biasa saja jika secarik kertas itu menentukan anda untuk tidak mendapatkan universitas yang anda mau? Itu sulit.

Siap, ternyata itu kata yang sulit ya, "Saya siap untuk menikah", "Saya siap untuk putus dengannya", "Saya siap untuk meninggal".

Tidak ada yang tahu konsekuensi pasti dengan menyatakan kata tersebut, kita hanya mengetahui dari pengalaman orang sekitar yang pernah mengalaminya, dan manusia adalah makhluk yang beragam, tiap orang pasti mengalami pengalaman yang berbeda-berbeda saat mengatasi satu situasi yang sama.

Lalu bagaimana caranya kita siap untuk menghadapi segala masalah? Ga ada, yang ada adalah berusaha sekuat mungkin untuk bisa siap, sisanya, hanya bisa ditentukan saat kita benar-benar menghadapi masalah tersebut.

Wow, saya terkesan sangat sok bijak sekali haha

"You have to put yourself on my shoes!"
"Why should i? i'm not you!"- a tv series ( i forgot which tv series it is, too much tv series i watch these days)
( This is Haruki Murakami, to simplify my description about him, he's a genius)

Rabu, 04 Juli 2012

Harapan

oh wow, sudah lama saya ga buka blog, dan tampilan dan cara saya untuk membuat pos blog baru udah berubah :) well banyak yang udah berubah selama beberapa bulan ini, bahkan sulit untuk dikatakan bahwa perubahan kecil terjadi dalam beberapa bulan, bagi saya perubahan besarlah yang terjadi dalam beberapa bulan.

Memang saya cuma beberapa bulan ga ngeblog, tapi banyak hal yang terjadi disekitar hidup saya, kehidupan love life disekitar saya, putus, jatuh cinta dilemma dan lain halnya; memiliki teman baru, bertemu teman lama, bertukar gosip, bertengkar, tangis, rasa capek, bosan, lapar; Kesannya seperti semua hal dapat disingkat menjadi beberapa kata yang sederhana namun kata-kata tersebut memiliki arti berbeda bagi orang lain.

Jika seseorang diberikan kata jatuh cinta, reaksinya pasti berbeda-beda, menangis, berseri-seri, bahkan ada yang mau bergelinding ke sungai.

Well, semakin dewasa manusia, semakin banyak yang dipertanyakan, dibandingkan dan dipikirkan secara matang. Terkadang saya berpikir lebih baik saya memiliki pikiran layaknya anak kecil, lebih mudah dan hanya mengetahui bahwa kenyataan hanya sekedar keluarga, mainan, dan teman. Atau mungkin saya ingin berpikir layaknya Joey didalam serial Friends, memang dia terkesan paling bodoh dalam segala hal, tapi dia tidak mengambil pusing dalam banyak hal, itu merupakan salah satu advantages sebagai seorang yang simple minded.

Mungkin pernyataan saya diatas akan sedikit berbeda dengan isi maupun konteks yang ingin saya bahas, harapan.

Saat anda berumur 5 tahun apa cita-cita anda? saya masih ingat dengan jelas saya ingin menjadi tukang tiket tol karena betapa serunya merobek kertas.

Saat 10 tahun cita-cita saya adalah menjadi dokter hewan, karena saya bisa merawat hewan-hewan yang sakit.

Saat saya berumur 18 tahun, yaitu saat ini cita-cita saya adalah menjadi penulis, dan ini merupakan cita-cita yang membuat saya paling ragu.

Apa perbedaan dari cita-cita dan harapan? Jujur saat saya menuliskan inipun saya masih belum terlalu jelas perbedaan dari kedua konsep tersebut, tapi yang saya tahu sampai saat ini adalah cita-cita merupakan suatu hal yang bersinggungan dengan ingin menjadi apa anda nantinya, sedangkan harapan merupakan hal yang lebih general, baik harapan bagi diri sendiri, maupun bagi diri orang lain.

Harapan saya kali ini adalah agar saya dapat berubah, bukan berubah menjadi suatu hal yang sama sekali bukan saya tetapi bisa dibilang the better version of me. Mungkin dengan belajar mengenal diri saya saya dapat membuat perubahan yang perlahan tapi pasti dalam diri saya.

Doakan saya :) Well at least meski tidak ada yang membaca blog ini, ini akan selalu menjadi refleksi saya kedepannya


Sabtu, 18 Februari 2012

Go.

halo, maaf ya udah beberapa hari udah ga ngupdate ( berasa ada yang baca haha) lagi sedikit sibuk ehe, dengan kegiatan yang ada diatas (literally baru beberapa jam dari acara tersebut), dan berusaha membiasakan jadwal kuliah haha, so here we go :)

saya baru aja merasakan transisi, bukan transisi dari semester 1 ke semester 2, tapi transisi hati (hoek), tapi ini serius.

entah bagaimana caranya dan gimana, cuma saya bisa let go beberapa hal yang sedang saya hadapi, saya bisa let go untuk beberapa hal yang saya rasa ga bisa ubah gimanapun caranya meski jujur pas pertama rasanya sulit banget ngerasain itu tapi sekarang plong bener-bener lega karena saya berpikir "oh ok, setidaknya jika nanti saya dikasih kesempatan untuk bisa mengubah, pasti saya ubah kok" bukan tanpa usaha pikiran ini juga, tapi setidaknya saya memiliki cara berpikir yang baru untuk menghadapi hal tersebut.

mengikhlaskan bahwa ga semuanya harus selalu yang seperti kita harapkan, dan jujur saya alhamdulillah banget dengan cara berpikir ini karena kayak yaudah; yaudah ini bukan dalam kata pasrah tapi lebih kedalam just enjoy it.

Let go ini bukan hal yang mudah, bener-bener sulit karena saya itu orangnya super duper sulit berubah dan super keras kepala, cuma entahlah mungkin keadaan atau lingkungan yang bisa membuat saya berpikir seperti ini tapi setidaknya cara berpikir ini adalah hal yang positif :)

anyway acara hari ini super seru :) dan gatau senang aja kalau kata populernya itu, senang itu sederhana.

oh ya untuk pacar, selamat 19 ya! terus bayi ya :3
falafel :)

Selasa, 14 Februari 2012

14 February

Happy valentine people :), yang punya pacar selamat berjalan-jalan sama pacar, yang single semangat makan coklat sambil ngepoin gebetan dan semacamnya hahaha

in my own case, saya makan coklat sendiri, secara pacarnya sedang sibuk magang dan saya sudah masuk kuliah (hiks)

anyway, sebenernya bukan permasalahan saya masuk kuliah atau saya tidak menyukai pelajaran yang saya pelajari, secara ternyata saya baru saja mempelajari hal tersebut dan saya sangat tertarik dengan pelajaran yang saya dapat hari ini, yaitu faal. Dimana faal sebenarnya salah satu pelajaran yang agak membuat saya takut terlebih dahulu, karena saat saya SMA, biologilah yang membuat saya untuk memilih jurusan IPS, sedangkan faal layaknya mempelajari biologi. Ternyata saya salah, entah karena dosen yang saya dapat menyenangkan atau karena saya juga baru saja berkenalan dengan mata kuliah ini, saya malah tertarik untuk mendalami psikologi eksperimental (jika opini ini berubah, maklumi saya benar-benar mengganggap mata kuliah ini seru pada pertemuan pertama, mungkin saja kan opini saya berubah nantinya?)

yang membuat kuliah pada hari ini sulit adalah, bahwa saya harus bangun pagi jam 7 atau setengah 7 untuk kuliah, padahal biasanya masuk kuliah pada jam 2 maupun 1 siang. Perubahan kebiasaan itu, super sulit kalau saya bilang, karena saya adalah orang yang senang di zona nyaman saya.

Tapi perubahan, adaptasi itu suatu keharusan bukan? atau setidaknya itu yang pasti terjadi karena kalau tidak hal-hal didunia ini akan datar tidak ada pergejolakan.

therefore, saya harus mencoba untuk memulai kebiasaan, baru karena jika saya terus-terusan dalam zona nyaman saya, saya tidak dapat berkembang betul?




by the way valentine kali ini hanya saya habiskan dengan menonton runningman dan how i met your mother, tapi itu merupakan hadiah valentine yang baik bagi saya, karena kedua series tersebut sedang memberikan twist yang membuat saya terkaget-kaget :)

Minggu, 12 Februari 2012

Pendewasaan




look what i just bought :) well actually my boyfriend bought it for me :)

well, sulit untuk dikatakan bahwa setiap kali dihadapkan untuk memulai kebiasaan, saya akan langsung bisa melakukan itu sepenuh hati, saya orangnya sangat berfase sekali hahahaha, kadang-kadang mau ini mau itu setelah melakukan bosan dan yasudah selesai.

Ga ada penyesalan sebenarnya, cuma berpikir, harusnya saya lebih memberikan effort untuk mengerjakan hal itu, ya tapi bagaimana at least saya mencoba dan kalau tidak suka, bisa dijadikan refrensi diri apa yang saya suka dan tidak suka bukan?

Tadinya saya lagi ingin membahas tentang, entahlah judul blog atau apalah, tapi melihat dari awal cara membuka dan lagi tiba-tiba terbayang banyak hal saya lebih merasa untuk membahasa tentang fase.

Saya sekarang merasa disaat harus mendewasakan diri, fase mendewasakan diri lebih tepatnya; karena tahun ini benar-benar my year, dengan cara sarkastik maupun secara literal karena dengan secara sarkastik saya dapat menyatakan bahwa, tahun ini memberikan perubahan yang banyak, pergelutan emosi sama diri sendiri  yang benar-benar saya rasa sulit, tetapi secara literal adalah ini menjadikan pelajaran untuk saya ( bagi yang kenal saya mohon disadari betul-betul bahwa saya tidak pernah bisa menchannel pikiran ini keluar dengan mudah dan hasilnya malah menjadi terlihat childish, too much too think, dan penakut) dan fase ini membuat saya untuk berusaha untuk mengeluarkan diri saya yang lebih baik, ya mungkin belum, tapi setidaknya secara perlahan.

Kalau saya rasa ini adalah dimana fase saya berusaha dari meminta effort orang lain menjadi effort saya untuk memperbaiki kualitas diri;

contoh:
- kalau seseorang yang dekat dengan saya, saya harap terbuka dengan saya tapi pada akhirnya tidak bisa, itu berarti salah saya karena seharusnya saya juga harus terbuka dengannya ( sebenarnnya ini adalah salah satu alasan mengapa saya membuat blog ini adalah agar saya lebih terbuka, haha karena tembok saya terhadap orang lain masih sangat tinggi)

dan hal semacam tersebut, lagipula bagaimana bisa kalau misalkan saya ingin orang lain bersikap baik terhadap saya, tetapi saya sendiri tidak dapat bersikap baik terhadap orang lain?

refleksi, saya harus lebih banyak melakukan refleksi, karena sering kali apa yang saya ucapkan dan saya lakukan hasilnya berbeda. setidaknya dalam fase ini saya berusaha untuk lebih mengerti, lebih merefleksi diri sehingga saya sukses melewati fase ini dengan mendapatkan pembelajaran yang banyak dan perbaikan diri menjadi yang lebih baik, amin :)


Sabtu, 11 Februari 2012

Awal.

Kayaknya untuk menyatakan bahwa ini blog pertama saya adalah hal yang salah, tapi dibilang awal blog saya juga ga salah.

Well, di post pertama saya, saya menyatakan bahwa i'm almost 18, now gladly to say that i am 18 :)
ga ada pesta besar atau bahkan kado, cuma acara surprise dari teman dan acara makan bersama keluarga, tapi pada akhir hari saya bahagia kok :)
look, that's me and my boyfriend at my birthday dinner :)

okay, cukup untuk membahas hal tentang ulangtahun.
tiap orang memiliki alasan berbeda-beda mengapa mereka ingin membuat blog, rata-rata ingin share kehidupan, lifestyle, cool stuffs, etc. Ya saya juga, tapi saya lebih ingin membahas tentang kata-kata yang ga bisa saya ucapkan secara verbal dalam satu hari. i'm good at talking, but i'm no good to talk heart to heart or mostly about things that going on in my mind. Karena dari itu saya merasa, daripada nanti hilang perasaan itu atau bahkan jatuhnya malah terpendam, lebih baik ditulis. dan alasan saya satu lagi adalah untuk memperbaiki cara menulis saya, kalau cita-cita saya ingin menjadi penulis gimana caranya kalau ga coba menulis sehari-hari ya kan?

Karena itu jadilah blog ini, dan saya usahakan akan menulis blog ini tiap hari dan tiap tidak sibuk. amin :)

Minggu, 15 Januari 2012

halo

well, hello my name is syazka or azka ( you can call me whatever) i'm (almost) 18
this is the fifth or sixth that i'm trying to write something on blog.
i want to be a writer.