Well, sebetulnya sekarang saya sudah mulai liburan...atau lebih tepatnya sudah dari bulan Juni, jadi saya harap saya bisa mengupdate blog saya sesering yang saya bisa.
Tahukah bahwa ide bisa muncul kapan saja? Dan itu benar-benar terjadi pada saya, sering kali ide-ide brilian saya muncul disaat atau ditempat yang tidak diduga, contoh: Ketika saya sedang mandi tiba-tiba terpikir suatu persoalan mengenai hal-hal yang dapat ditulis diblog maupun baik untuk dijadikan draft tulisan saya (Ya saya sering kali menulis dalam wujud word dalam beberapa lembar, tetapi ditengah tulisan tersebut entah saya kehilangan ide, kehilangan passion, atau ya saya benar-benar tidak tahu lagi mau melanjutkan apa). Setiap kali saya mendapatkan ide yang menurut saya baik untuk ditulis dan saya sedang tidak dekat dengan laptop, maupun kertas saya selalu berpikir "Harusnya gue bawa notes tiap hari!" dan berakhir pada pemikiran bahwa "Yaudahlah ntar gw inget-inget aja paling ntar sampe rumah inget lagi" Guess what? blank total dan super lupa.
Dan kalo dilihat, itu namanya hidup, selalu butuh persiapan tapi pasti selalu ada kejutan yang membuat kita off guard dan gatau sama sekali harus ngapain.
Orang selalu bilang, kita harus siap untuk segala hal, baik maupun buruk. Jujur hal itu mudah banget buat diucap maupun dinyatakan tapi untuk dilaksanakan, susah. Coba, dilihat dari sisi yang berbeda dan menyinggung hal yang baru aja dialami anak SMA, mereka selalu dibilang untuk jangan tinggi-tinggi untuk berekspektasi, jangan kepedean bahwa mereka keterima di universitas yang mereka mau.
Mungkin entah saya yang dulu aneh atau apa tapi, saya memang ditengah-tengah antara ragu bisa diterima dan ditolak pada saat saya duduk dibangku SMA ( tidak bermaksud untuk terkesan tua), tapi ketika saya bilang kepada orang lain, "ya paling ga keterima, orang soalnya susah banget" dan emang ga keterima, somehow masih ada rasa sedih dan rasa menyesal yang ada pada saat itu, meski orang lain ga liat atau memang pada saat itu saya sengaja menekan agar wujud perasaan yang saya rasakan pada saat itu tidak saya ekspresikan.
Karena deep down, masih ada harapan dan ya, bagaimana bisa anda bisa menyatakan bahwa suatu hal yang anda cita-citakan hanya ditentukan oleh secarik kertas dalam satu hari dan secarik kertas itu bisa menentukan apapun yang anda miliki kedepannya dan anda akan biasa-biasa saja jika secarik kertas itu menentukan anda untuk tidak mendapatkan universitas yang anda mau? Itu sulit.
Siap, ternyata itu kata yang sulit ya, "Saya siap untuk menikah", "Saya siap untuk putus dengannya", "Saya siap untuk meninggal".
Tidak ada yang tahu konsekuensi pasti dengan menyatakan kata tersebut, kita hanya mengetahui dari pengalaman orang sekitar yang pernah mengalaminya, dan manusia adalah makhluk yang beragam, tiap orang pasti mengalami pengalaman yang berbeda-berbeda saat mengatasi satu situasi yang sama.
Lalu bagaimana caranya kita siap untuk menghadapi segala masalah? Ga ada, yang ada adalah berusaha sekuat mungkin untuk bisa siap, sisanya, hanya bisa ditentukan saat kita benar-benar menghadapi masalah tersebut.
Wow, saya terkesan sangat sok bijak sekali haha
"You have to put yourself on my shoes!"
"Why should i? i'm not you!"- a tv series ( i forgot which tv series it is, too much tv series i watch these days)
( This is Haruki Murakami, to simplify my description about him, he's a genius)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar