I love you more than words. And I am a big fan of words.
— Joe Dunthorne, Submarine
sepertinya setelah nulis ini, saya akan mulai meruntuhkan dinding perlindungan saya, atau lebih tepatnya orang-orang di internet yang tahu mengenai blog saya atau kepo dengan diri saya akan tahu banyak hal tentang saya , atau lebih tepatnya tahu mengenai saya dan cinta :)
Daripada perasaan yang sedang meluap-luap dipendam, lebih baik dikeluarkan bukan? Ada beberapa orang mengeluarkan lewat musik, gambar, sedangkan saya melalui kata. Bukan verbal, karena saya lebih mampu mengungkapkan perasaan saya lewat tulisan dibanding ucapan.
Kenapa tiba-tiba saya ingin menuliskan perasaan saya mengenai cinta? Well, sebenarnya itu hal paling simple, karena saya sedang mengalami masa bunga-bunga serta kupu-kupu meski hubungan saya dan pacar saya sudah lebih dari 2,5 tahun. Dan serta hari ini sebuah lagu terdengar di radio, pacar saya hafal lyric lagunya dan saya merasa seakan zaldy 2.5 tahun yang lalu sedang menyanyikan hal ini, atau mungkin 3 tahun? wow sudah lama sekali.
Lalu mengapa juga saya tiba-tiba ingin menuliskan ini dalam blog padahal saya pernah bilang betapa takutnya saya membuka diri saya sendiri dalam blog? Karena pada intinya saya tulis dalam blog atau tidak, saya masih ingat perasaan saya pada nantinya saya membaca post ini, nantinya saya putus, atau terus pacaran dengan pacar saya sekarang, tidak ada yang tahu. Yang saya tahu, saya benar-benar berusaha untuk membenahi diri saya, dengan menuliskan ini sekarang, jika nantinya saya putus mungkin post ini akan saya save dibagian draft atau di word sebagai kenangan, jika saya sedang bertengkar dengan pacar saya, saya akan menyadari betapa saya pada saat menulis post ini sedang mengalami rasa jatuh cinta lagi.
astaga, disini saya dan zaldy terlihat sangat muda, hitam, dan kurus.
Saya sebenarnya kurang tahu harus memulai darimana. Mungkin bisa dimulai dari bagaimana saya akhirnya memilih untuk menjalani hubungan pacaran pada tanggal 19 Oktober 2009.
Saya bukan wanita single, proudly to say, saya waktu itu pacar orang lain haha, tetapi zaldy pada saat itu memberikan rasa nyaman, rasa peduli, dan rasa sayang yang pacar saya pada saat itu tidak berikan. Long story short, saya putus dan tidak sampai satu bulan saya menjalani hubungan dengan zaldy. Terkesan terburu-buru? Terkesan terlalu mudah melupakan pacar saya yang dulu? Terlalu egois? Terlalu selingkuh? Zaldy bukan pelampiasan? Jujur, saya juga shock saat saya menyadari saya belum sebulan putus dengan mantan saya yang dulu, tetapi entah mengapa hal itu terasa benar.
Meski terasa benar, setelah kami memutuskan untuk menjadi pacar, kami baru sadar kekurangan masing-masing, kelebihan masing-masing, serta harapan masing-masing. Kami berdua bukan orang yang paling sabar maupun tidak keras kepala; Kami keras kepala, kami mudah marah, dan kami tidak ada yang mau kalah. Namun untuk saat ini kami sudah mulai memahami maupun mengerti cara meredam amarah satu sama lain.
look! still skinny and black
Perjalan menuju satu tahun merupakan yang terberat menurut saya, mungkin kami terlalu cepat untuk menjadi pacar sehingga kami tidak tahu banyak mengenai personality satu sama lain, hal itu menyebabkan banyaknya emosi, romansa, air mata, dan amarah. Tetapi rasa sayang dan romansa paling terasa pada tahun ini, meski kami juga sering kali marah satu sama lain.
fatter :)
Menuju tahun kedua adalah roller coaster, ada periode-periode tertentu dimana kami berdua sangat senang, namun ada saatnya kami merasa sudah cukup satu sama lain. Karena menuju tahun kedua merupakan tahun perubahan; kami lulus dari SMA, bsd-depok, jarang bertemu, rasa cemas saat kuliah tiba dan hal lainnya.
see? getting fatter and fatter
Untuk tahun ini, menuju tahun ketiga, semua terkesan lebih dewasa rasanya, kami lebih banyak memahami, kami lebih banyak kompromi, banyak meluangkan waktu sendiri, dan rasanya romansa sudah jarang ada didalam sehari-hari kami, tapi lucunya adalah meski kejutan, obrolan manis, dan hal-hal lainnya yang kekasih sering lakukan sudah kami jarang lakukan, namun saya masih merasa rasa sayang yang sama sejak dahulu, sejak tanggal 19 Oktober 2009. Meski ia tidak mengucap kata cinta atau hal lainnya, saya mengerti dari perilakunya, meski kadang masih membuat saya bingung sebenarnya zaldy serius, bercanda atau hanya memang sudah dari sifatnya pacar saya menyebalkan :p meski tingkat kegilaan kami masih sama, namun pada saat ini, kami sudah mengetahui watak satu sama lain, jadi tidak ada lagi kejutan jika saya melakukan A atau zaldy melakukan B dan lainnya.
Sebenarnya inti dari saya menulis ini bukan untuk menceritakan masa lalu, atau hal lainnya, ini lebih kepada :
"banyak hal yang saya pendam mengenai rasa sayang saya terhadap pacar saya, namun saya terlalu malu untuk mengungkapkannya ke pacar saya, dan lebih baik saya ungkapkan disini sebelum saya meledak"
Zaldy itu seperti sesuatu yang lengkap, ia layaknya kakak atau adik perempuan saya, kakak atau adik laki-laki saya, sahabat/bro saya, guru, serta seorang pacar. Dan ia benar-benar mengerti saya.
Hal ini juga sebenarnya untuk mengubah semua pandangan orang terhadap saya dan pacar saya, karena setiap kali orang bertanya:
"zka, lo sama pacar lo kayak gimana sih pacarannya?"
"ah dia mah kayak bro gue, sobi abis"
Kali ini saya akan merevisi jawaban saya:
"zka, lo sama pacar lo gimana sih?"
"kayak pacar biasa, cuma yang kita udah lebih lama jadi terasa kayak sahabat, meski kita berdua tahu tanpa harus ngomong, kita saling sayang."
falafelylizard




Tidak ada komentar:
Posting Komentar