Saya sedang amat bosan dengan rutinitas namun entah mengapa sulit rasanya juga untuk mengupdate blog ini ( bukan dikarenakan mood saya masih berantakan), tetapi dikarenakan saya memiliki terlalu banyak energi yang entah saya harus salurkan kemana, dan mungkin pada akhirnya saya akan melakukan kegiatan rutinitas saya seperti biasanya.
Semester ini adalah semester saya yang keempat, tahun ini pacar saya berumur 20 tahun, tahun depan saya berumur 20 tahun, tahun ini InsyaAllah saudara saya memiliki rencana hidup yang menggembirakan.
mendadak merasa tua, meski saya sadar saya sudah tua.
dikarenakan saya merasa tua, saya mendadak ingin mencoba banyak hal, seperti hal-hal yang dulunya saya ingin lakukan tapi takut karena merasa malu atau merasa tidak mampu.
bulan lalu saya melakukan suatu hal yang baru, namun tidak berhasil. ya, saya mencoba untuk mensubmit tulisan saya untuk ke suatu perlombaan namun gagal, hey it's worth it!
saya tidak merasa kecewa namun saya lebih merasa lega, setidaknya saya tidak memiliki penyesalan dan kalaupun saya ingin mencoba, setidaknya saya tahu rasanya gagal dan rasa deg-degan menunggu pengumuman.
setelah menambah pengalaman ini saya menjadi seakan senang untuk mencoba banyak hal baru, dan saya harap dengan keluar dari area nyaman saya, good things will come. amen :)
Tampilkan postingan dengan label march. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label march. Tampilkan semua postingan
Kamis, 14 Maret 2013
risk
Label:
2013,
comfort zone,
march,
maret,
pengalaman,
risk
Minggu, 03 Maret 2013
Diet
Saya lagi sedang diet, ya saya akui itu. Makan ga beraturan , minum yoghurt , cuma makan nasi 1 kali, dan hal-hal lainnya.
Entah kenapa saya takut untuk menjadi diet yang berlebihan....kenapa? karena saya benar-benar berusaha untuk seminimal mungkin memasukkan makanan, dan berusaha untuk mengeluarkan makan (lewat yang seharusnya, bukan mulut) sebanyak-banyaknya.
Kenapa berusaha untuk diet? karena saya capek untuk selalu nyaris menangis di fitting room mencoba celana ukuran terbesar dan tidak muat. bukan dipengaruhi pernyataan orang lain kok, cuma ya saya capek.
Terlebih lagi dengan jeans, karena itulah saya senang dengan munculnya jegging, dimana saya terlihat bisa memakai celana berbahan jeans yang sebenarnya palsu.
masalah saya hanya di paha, atau lebih tepatnya masalah terbesar saya ada di paha, karena itulah saya pernah menyatakan pada diri sendiri saya bahwa nanti pada suatu saya akan terus menerus memakai rok, tanpa henti. Karena saya malas untuk berantem dengan celana jeans saya.
Sebenarnya yang paling membuat saya sedih adalah ketika saya hanya naik 2 kilo, lalu celana saya tidak muat. miris bro.
berasa kayak dikasih tahu sama celana:
"woy, lo gendut ga usah makin gendut lagi deh, gw kan ga gampang melar kalo lo mendadak gendut"
tapi gimanapun ceritanya saya diet, olahraga atau makin gendut selalu ada judgment dari manapun.
misal badan saya terus seperti biasanya, lalu saya mengeluh sulit memakai celana:
sedangkan dalam usaha saya diet sekarang:
Entah kenapa saya takut untuk menjadi diet yang berlebihan....kenapa? karena saya benar-benar berusaha untuk seminimal mungkin memasukkan makanan, dan berusaha untuk mengeluarkan makan (lewat yang seharusnya, bukan mulut) sebanyak-banyaknya.
Kenapa berusaha untuk diet? karena saya capek untuk selalu nyaris menangis di fitting room mencoba celana ukuran terbesar dan tidak muat. bukan dipengaruhi pernyataan orang lain kok, cuma ya saya capek.
Terlebih lagi dengan jeans, karena itulah saya senang dengan munculnya jegging, dimana saya terlihat bisa memakai celana berbahan jeans yang sebenarnya palsu.
masalah saya hanya di paha, atau lebih tepatnya masalah terbesar saya ada di paha, karena itulah saya pernah menyatakan pada diri sendiri saya bahwa nanti pada suatu saya akan terus menerus memakai rok, tanpa henti. Karena saya malas untuk berantem dengan celana jeans saya.
Sebenarnya yang paling membuat saya sedih adalah ketika saya hanya naik 2 kilo, lalu celana saya tidak muat. miris bro.
berasa kayak dikasih tahu sama celana:
"woy, lo gendut ga usah makin gendut lagi deh, gw kan ga gampang melar kalo lo mendadak gendut"
tapi gimanapun ceritanya saya diet, olahraga atau makin gendut selalu ada judgment dari manapun.
misal badan saya terus seperti biasanya, lalu saya mengeluh sulit memakai celana:
" ya makanya kamu makan porsinya dikurangi, olahraga, sama makan buah"
sedangkan dalam usaha saya diet sekarang:
" kata temen _____, kamu jelek kalau kurus"
"gausah diet-diet lah ngapain"
maaf, tapi...DAFUQ MEN? saya pun bingung dan saya akhirnya mengambil langkah bahwa ini hidup saya, semua orang akan menjudge saya apapun bentuk saya, contohnya seperti perkataan yang diatas.
InsyaAllah saya tahu kapan saya berhenti jika paha saya benar-benar bisa mengecil dan saya bisa senang memilih jeans tanpa resah berpikir apakah ukurannya muat atau tidak, namun untuk sekarang saya memilih untuk diet
Langganan:
Postingan (Atom)