let me speak in my mother tongue, a.k.a Bahasa Indonesia
Saya bukan pakar hati, toh saya baru berumur 18 yang nantinya akan berumur 19 serta saya belum memiliki suatu hal yang bisa menyatakan bahwa "saya lebih cinta hal tersebut dibanding diri saya sendiri"
Belum, mungkin nanti saya akan menemukannya.
Teman saya pernah berkata kepada saya bahwa suatu hal itu yang penting kualitas, bukan kuantitas. Dan saya setuju akan hal tersebut, berapa lama dan berapa banyak tidak dapat mengukur berapa baik atau berapa bagus suatu hal.
Contoh dari teman saya adalah:
"Berapa banyak mantan cowo lo?"
"Yang gw anggep cuma 3, sisanya yaah cuma buat main-main aja"
"Sebetulnya ada sih yang 1 tahun, cuma quality timenya ga ok"
"Nah salah satu cowo yang gw anggep itu pacaran cuma 6 bulan, tapi quality timenya ok"
See the difference?
Jumlah itu ga sebanding dengan kualitas.
Kalau tentang saya dan lelaki saya?
Saya cuma bisa bilang;
dia adalah sofa ter nyaman yang pernah saya singgahi.
anyway, berhubungan dengan kualitas dan kuantitas; kemarin seseorang berkata bahwa saya itu moody dan sulit untuk fokus, jadi sulit untuk memiliki pekerjaan tetap nantinya.
moody dan sulit fokusnya betul, tapi jangan sampai saya tidak memiliki pekerjaan nantinya. Saya tahu cita-cita saya seperti cita-cita seorang pemimpi, tapi lebih baik saya berkarya dengan hati tetapi sedikit yang menghargai, dibanding berkarya tidak memakai hati dan dielu-elukan banyak orang.
positive things today: alice , good food ( beef teriyaki home made :9) , and me stay lazy at home


Tidak ada komentar:
Posting Komentar